penyakit orchitisPenyakit Orchitis

Jika Anda laki-laki dewasa, Anda mungkin pernah mendengar bahwa penyakit gondok dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Virus penyakit orchitis yang dimana artinya adalah peradangan pada satu atau kedua buah pelir, paling sering dikaitkan dengan virus yang menyebabkan gondok.

Sekitar sepertiga pria yang mengalami gondok menderita penyakit orkitis. Untungnya, infertilitas akibat gondok terkait gondok jarang terjadi, terutama bila hanya ada satu testis yang meradang.

Penyebab lain dari orchitis biasanya adalah bakteri, termasuk penyakit menular seksual (PMS). Cara terbaik untuk mencegah orkitis adalah mencegah gondok dan menghindari perilaku yang menyebabkan PMS. Sedangkan gejala dari orchitis ialah:

  1. Bengkak testis pada satu atau kedua sisi
  2. Nyeri mulai dari yang ringan hingga berat
  3. Kelembutan pada satu atau kedua buah pelir
  4. Mual
  5. Demam
  6. Pengeluaran cairan dari penis penyakit gonore
  7. Darah dalam air mani

Istilah pada “nyeri testis” juga “nyeri pangkal paha” kadang-kadang digunakan secara bergantian. Tapi nyeri pangkal paha terjadi di lipatan kulit antara paha dan perut – bukan di testis. Selain itu, penyebab nyeri pangkal paha berbeda dengan penyebab nyeri testis.

Penyebab Penyakit Orchitis

Sejumlah organisme bakteri dan virus dapat menyebabkan orkitis, Paling sering, bakteri orchitis adalah hasil dari epididimitis, radang tabung yang melingkar (epididimis) yang menghubungkan vas deferens dan testis. Vas deferens membawa sperma dari testis Anda.

Saat peradangan di epididimis menyebar ke testis, kondisi yang dihasilkan dikenal sebagai epididymo-orchitis. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi uretra atau kandung kemih yang menyebar ke epididimis.

Seringkali penyebab infeksi adalah PMS, terutama pengobatan gonore atau klamidia. Kejadian epididymo-orchitis menular seksual yang paling banyak terjadi pada pria berusia 19 sampai 35 tahun.

Bentuk infeksi yang ditularkan secara non-seksual dapat dikaitkan dengan kelainan anatomis di saluran kemih atau memiliki kateter atau alat medis yang dimasukkan ke dalam penis. Sebagian besar kasus virus  orchitis adalah hasil gondok.

Sekitar sepertiga pria yang mengalami gondok setelah pubertas menderita penyakit orchitis selama gondongan mereka, biasanya empat sampai enam hari setelah terkena gondok.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, yang dapat menunjukkan kelenjar getah bening yang membesar di selangkangan Anda dan testis yang membesar pada sisi yang terkena. keduanya mungkin lembut untuk disentuh. Dokter orchitis Anda juga mungkin melakukan pemeriksaan rektal untuk memeriksa pembesaran prostat.

Pengobatan Penyakit Orchitis

Pengobatan untuk virus orchitis, jenis yang terkait dengan gondong, ditujukan untuk menghilangkan gejala. Dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit, obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen (Motrin, Advil, lain-lain) atau naproxen (Aleve, Anaprox, lainnya).

Selain tindakan untuk meringankan ketidaknyamanan, bakteri orchitis dan epididymo-orchitis memerlukan perawatan antibiotik.

Jika penyebab infeksi adalah PMS, pasangan seksual Anda juga memerlukan pemeriksaan. Pastikan untuk mengambil seluruh program antibiotik yang direkomendasikan oleh dokter. Bahkan jika gejala Anda membaik lebih cepat, rutin kontrol untuk memastikan bahwa infeksi telah diberantas.

Jika anda mengalami keluhan dan gejala seperti diatas hubungi klinik pandawa, konsultasi online gratis dengan dokter. Klinik pandawa adalah klinik kelamin yang terbaik di jakarta pusat.

penyakit keputihanPenyakit Keputihan Pada Wanita

Penyakit keputihan yang terjadi pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal terjadi sesuai dengan proses menstruasi. Gejala keputihan yang normal adalah tidak berbau, jernih, tidak gatal, dan tidak perih. Keputihan abnormal terjadi akibat infeksi dari berbagai mikro- organisme, antara lain bakteri, jamur, dan parasit.

  1. Keputihan yang tidak normal ditandai : Jumlah yang keluar banyak, berwarna putih seperti susu basi, kuning atau kehijauan, gatal, perih, dan disertai bau amis atau busuk. Warna pengeluaran dari vagina akan berbeda sesuai dengan penyebab dari keputihan.
  2. Wanita yang mengalami keputihan tidak normal merupakan indikasi dari berbagai penyakit seperti vaginitis, kandidiasis, dan trikomoniasis yang merupakan salah satu dari gejala Penyakit Menular Seksual (PMS) terutama pada wanita yang pernah berganti pasangan seksual atau pasangan seksualnya berganti pasangan seksual memaparkan Penyakit menular seksual (PMS) seperti penyakit gonore mempunyai ciri-ciri keputihan yang seperti nanah. Keputihan juga merupakan indikasi dari adanya infeksi di dalam rongga panggul seperti infeksi pada saluran telur yang disertai sakit perut yang hebat.
  3. Keputihan abnormal yang tidak tertangani dengan baik dan dialami dalam waktu yang lama akan berdampak pada terjadinya infeksi saluran reproduksi. Infeksi saluran reproduksi ini mengakibat- kan infertilitas.

Penyakit keputihan ada yang bersifat fisiologi dan patologis. Keputihan bersifat fisiologis yaitu keputihan yang timbul akibat proses alami dalam tubuh.

Keputihan bersifat patologis yaitu keputihan yang timbul karena infeksi dari jamur, bakteri dan virus. Keputihan patologis merupakan tanda dari adanya kelainan alat repoduksi sehingga jumlah, warna, dan baunya perlu diperhatikan.

Jenis keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis keputihan yaitu: keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal. Keputihan normal Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 menstruasi.

Penyakit keputihan yang fisiologis terjadi akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan selama proses ovulasi. Setelah ovulasi, terjadi peningkatan vaskularisasi dari endometrium yang menyebabkan endometrium menjadi sembab.

Kelenjar endometrium menjadi berkelok-kelok dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron dari korpus luteum sehingga mensekresikan cairan jernih yang dikenal dengan keputihan fisiologis (normal).

Hormon estrogen dan progesteron juga menyebabkan lendir servik menjadi lebih encer. sehingga timbul keputihan selama proses ovulasi.

Pada servik estrogen menyebabkan mukus menipis dan basa sehingga dapat meningkatkan hidup serta gerak sperma, sedangkan progesteron menyebabkan mukus menjadi tebal, kental, dan pada saat ovulasi menjadi elastis.

Ciri-ciri dari penyakit keputihan berdasarkan klinik pandawa fisiologis adalah cairan berwarna bening, kadang-kadang putih kental, tidak berbau, dan tanpa disertai dengan keluhan, seperti rasa gatal, nyeri, dan terbakar serta jumlahnya sedikit

Keputihan abnormal dapat terjadi pada alat kelamin (infeksi bibir kemaluan, liang senggama, mulut rahim, jaringan penyangga, dan pada infeksi karena penyakit menular seksual).

Ciri-ciri keputihan patologik/tidak normal adalah terdapat banyak leukosit, jumlahnya banyak, timbul terus menerus, warnanya berubah (biasanya kuning, hijau, abu-abu, dan menyerupai susu), disertai dengan keluhan (gatal, panas, dan nyeri) serta berbau (apek, amis, dan busuk).

penyakit gonorePenyakit Gonore atau Kencing Nanah

Banyak orang, baik itu pria maupun wanita yang banyak belum mengetahui dampak penyakit gonore dari hubungan seks bebas tanpa menggunakan alat pengaman dan melakukannya dengan cara yang kotor, baik dengan cara anal ataupun oral, dan juga mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom yang baru atau higienis.

Salah satu penyakit menular seksual atau PMS yang umum dan sering di alami orang adalah penyakit pria gonore atau kencing nanah.

Penyakit tersebut adalah salah satu penyakit menular seksual yang sering di alami oleh orang, karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae atau gonococcus. Gonore bisa berkembang menjadi kondisi medis yang lebih berbahaya jika tidak segera diobati.

Penyakit ini bisa terjangkit pada pria maupun wanita dan biasanya terdapat pada cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Infeksi ini juga dapat menyebar melalui aliran darah dan mempengaruhi selaput lender di seluruh tubuh. Bakteri dari kencing nanah bisa menyerang daerah dubur, serviks atau leher rahim, uretra atau saluran kencing dan sperma, mata dan juga bagian tenggorokan.

Gejala penyakit yang lebih serius bisa meliputi nyeri sendi dan ruam. Komplikasi gonore juga bisa merusak pada radang otak dan infeksi yang melibatkan kapsul yang mengelilingi hati.

Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, dan juga pelukan.

Penyakit kencing nanah juga bisa terinfeksi terhadap bayi di saat proses kelahiran melalui vagina, apabila ibu dari bayi tersebut menderita penyakit kencing nanah dan pada umumnya di alami pada bagian mata si bayi, hingga berpotensi mengakibatan kebutaan permanen.

Tanda dan Gejala Umum Penyakit Gonore

Gonore tidak selalu menunjukkan gejala pada pria atau wanita. Mungkin saja terinfeksi dan tidak mengetahuinya. Gejala gonore pada pria termasuk gejala kencing atau buang air kecil yang tidak biasa dan terasa menyakitkan dan juga gatal.

Berdasarkan informasi rumah kesehatan kelamin gejala pada wanita biasanya tidak begitu terlihat atau tidak ada. Jika ada, gejala pada wanita meliputi buang air kecil yang menyakitkan, demam, keputihan yang tidak biasa pada kurun waktu, muntah dan sakit perut.

Jika Anda memiliki gejala serius mengenai penyakit gonore, Anda harus segera pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih serius.

pengobatan infeksi kutil kelaminPengobatan Infeksi Kutil Kelamin Jakarta Pusat

Pengobatan infeksi kutil kelamin adalah penyakit yang ditimbulkan dari virus HPV (human papillomavirus). Gejala awal yang ditunjukkan dari infeksi virus tersebut biasanya adalah munculnya benjolan kecil serupa seperti sayuran kembang kol dan memiliki tekstur yang lembut ketika disentuh.

Virus HPV memiliki tipe-tipe ganas yang bisa membahayakan penderitanya. Ada beberapa tipe virus HPV yang dapat membuat penderitanya mengidap kanker. Beberapa benjolan atau kutil di sekitar area kelamin yang terinfeksi virus HPV yang biasa bisa menghilang dengan sendirinya tanpa membutuhkan pengobatan.

Sejauh ini, belum ada pengobatan infeksi kutil kelamin yang pasti untuk bisa menyembuhkan infeksi virus HPV sekalipun anda bisa mendapatkan vaksinasi virus HPV di berbagai balai kesehatan.

Namun, ada beberapa metode pengobatan untuk menghilangkan benjolan infeksi atau kutil di area kelamin. Ada beberapa hal yang perlu diingat ketika anda melakukan pengobatan untuk menghilangkan kutil kelamin, yaitu:

  1. Pengobatan terhadap kutil kelamin tidak serta merta juga mengobati infeksi virus HPV dalam tubuh. Ada kemungkinan virus HPV masih bisa melakukan penyebaran infeksi ke beberapa organ tubuh.
  2. Pengobatan kesehatan kelamin untuk menghilangkan kutil kelamin bisa cukup meninggalkan rasa sakit dan mungkin kutil atau benjolan akan kembali muncul meskipun anda sudah pernah melakukan pengobatan.
  3. Beberapa dokter spesialis mempunyai kesimpulan bahwa pengobatan terhadap benjolan atau kutil kelamin masih memiliki probabilitas untuk mencegah penyebaran infeksi virus HPV tipe berisiko rendah.

Perlu diketahui pula bahwa tipe pengobatan infeksi kutil kelamin tergantung berdasarkan:

  1. Ukuran, jumlah dan lokasi kutil atau benjolan.
  2. Efek samping pengobatan.
  3. Keahlian dokter spesialis terhadap metode pengobatan.
  4. Biaya pengobatan.
  5. Masalah kesehatan kulit dan kelamin lainnya yang disebabkan oleh benjolan atau kutil.
  6. Keinginan pasien.

Sebagai langkah pertama pengobatan untuk menghilangkan kutil kelamin, biasanya dokter spesialis akan memberikan rekomendasi pengobatan secara topikal.

Pengobatan secara topikal disini maksudnya adalah pengobatan yang bersifat lokal berfungsi untuk menghindari iritasi, melindungi permukaan kulit kelamin dan mengatasi infeksi yang terjadi pada kutil atau benjolan.

Pengobatan infeksi kutil kelamin secara topikal yang direkomendasikan oleh dokter spesialis adalah pengolesan obat krim atau salep seperti podophyllin atau imiquimod.

Tentu saja, pemakain obat krim tersebut diharuskan melalui resep dokter spesialis karena pemakaian obat yang tidak melalui resep dokter spesialis bisa mengakibatkan kulit kelamin terbakar.

Jika pemakaian obat tidak memberikan hasil yang maksimal, dokter spesialis akan memberikan saran agar penderita melakukan operasi pengangkatan kutil atau benjolan. Ada beberapa macam metode operasi pengangkatan kutil atau benjolan yang disediakan oleh dokter spesialis kesehatan kulit dan kelamin, yaitu:

  1. Metode pembekuan kutil atau benjolan menggunakan cairan nitrogen atau penyembuhan dengan mendinginkan tubuh penderita. Krioterapi biasa dilakukan di klinik kesehatan kulit dan kelamin dimana dokter spesialis beroperasi.
  2. Metode pengangkatan benjolan atau kutil dengan menggunakan kabel probe berdaya listrik rendah.
  3. Metode pengangkatan benjolan atau kutil dengan menggunakan pisau bedah.
  4. Laser merupakan metode operasi dengan menggunakan laser.

Hasil dari pengobatan infeksi kutil kelamin melalui operasi pengangkatan benjolan atau kutil kelamin sangat tinggi dan menjamin kepulihan dan kesehatan dari penderita infeksi. Untuk mendapatkan pengobatan-pengobatan diatas, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan kulit dan kelamin (andorologi dan ginekologi).

ejakulasi dini pada priaEjakulasi Dini Pada Pria Yang Perlu Diperhatikan

Ejakulasi dini pada pria adalah bentuk disfungsi seksual yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan seks seorang pria. Ini adalah saat orgasme atau “klimaks” terjadi lebih cepat daripada yang diinginkan.

Kadang mungkin ada komplikasi dengan reproduksi, tapi ejakulasi dini juga dapat mempengaruhi kepuasan seksual, baik untuk pria maupun pasangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, pengakuan dan pemahaman tentang disfungsi seksual pria telah meningkat, dan ada pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang dapat dihasilkan.

Informasi kesehatan kelamin di sini bertujuan untuk menguraikan penyebab ejakulasi dini dan menjelaskan pilihan pengobatan yang efektif. Fakta cepat tentang ejakulasi dini, Berikut adalah beberapa poin kunci tentang ejakulasi dini, antara lain:

  1. Pada sebagian besar kasus, ketidakmampuan untuk mengendalikan ejakulasi jarang terjadi karena kondisi medis, walaupun dokter harus mengesampingkan hal ini.
  2. PE dapat menyebabkan gejala sekunder seperti kesusahan, rasa malu, cemas, dan depresi.
  3. Pilihan pengobatan berkisar dari kepastian dari dokter bahwa masalahnya mungkin membaik pada waktunya, melalui metode di rumah “melatih” waktu ejakulasi.

Dalam kebanyakan kasus, ada penyebab psikologis, dan prognosisnya bagus. Jika masalah terjadi pada awal sebuah kemitraan seksual baru, kesulitan sering diatasi saat hubungan berlanjut.

Namun, jika masalahnya lebih terus-menerus, dokter mungkin menyarankan konseling dari terapis yang mengkhususkan diri pada hubungan seksual, atau “terapi pasangan.” Tidak ada obat resmi dalam mengobati ejakulasi dini, namun beberapa antidepresan telah ditemukan untuk membantu beberapa pria menunda ejakulasi.

Seorang dokter tidak akan memberi resep obat apapun sebelum melakukan riwayat seksual terperinci untuk mendapatkan diagnosis ejakulasi dini pada pria yang jelas. Perawatan obat-obatan dapat memiliki efek buruk, dan pasien harus selalu berdiskusi dengan dokter sebelum menggunakan obat apapun.

Dapoxetine (nama merek Priligy) digunakan di banyak negara untuk mengobati beberapa jenis ejakulasi dini primer dan sekunder. Ini adalah SSRI rapid-acting yang juga berlisensi untuk merawat ejakulasi dini. Namun, kriteria tertentu harus dipenuhi. Ini bisa digunakan jika:

  1. Seks vagina berlangsung kurang dari 2 menit sebelum terjadi ejakulasi.
  2. Ejakulasi terus-menerus atau berulang terjadi setelah stimulasi seksual yang sangat sedikit dan sebelum, selama, atau segera setelah penetrasi awal, dan sebelum dia ingin mencapai klimaks.
  3. Ada kesulitan pribadi yang ditandai atau kesulitan interpersonal karena ejakulasi dini .
  4. Ada kontrol yang buruk terhadap ejakulasi.
  5. Sebagian besar upaya hubungan seksual dalam 6 bulan terakhir telah melibatkan ejakulasi dini, efek samping dari dapoxetine meliputi mual, diare, pusing, dan sakit kepala.

Obat Topikal Ejakulasi Dini Pada Pria

Beberapa terapi topikal dapat diterapkan pada penis sebelum berhubungan seks, dengan atau tanpa kondom. Krim anestesi lokal ini mengurangi rangsangan. Contohnya termasuk lidokain atau prilokain, yang bisa memperbaiki jumlah waktu sebelum ejakulasi.

Namun, penggunaan anestetik yang lebih lama bisa menyebabkan mati rasa dan hilangnya ereksi. Sensasi yang berkurang yang diciptakan oleh krim mungkin tidak dapat diterima oleh pria itu, dan baunya juga bisa mempengaruhi wanita itu. Dua metode yang bisa membantu pria adalah:

  1. Metode start-and-stop: Ini bertujuan untuk memperbaiki kontrol pria terhadap ejakulasi dini. Entah pria atau pasangannya menghentikan rangsangan seksual pada saat dia merasa akan mengalami orgasme, dan mereka kembali setelah sensasi orgasme yang akan datang mereda.
  2. Metode pemerasan: Ini sama, tapi pria itu dengan lembut meremas ujung penisnya, atau pasangannya melakukan ini untuknya, selama 30 detik sebelum menghidupkan kembali rangsangan.

Seorang pria mencoba mencapai hal ini dari tiga atau empat kali sebelum membiarkan dirinya mengalami ejakulasi dini pada pria. Praktik itu penting, dan jika masalahnya terus berlanjut, sebaiknya Anda berbicara dengan dokter.

Latihan Mengatasi Ejakulasi Dini Pada Pria

Periset telah menemukan bahwa latihan Kegel, yang bertujuan untuk memperkuat otot dasar panggul, dapat membantu pria dengan ejakulasi dini pada pria seumur hidup. Empat puluh pria dengan kondisi menjalani terapi fisik yang melibatkan:

  1. Fisio-kinesioterapi untuk mencapai kontraksi otot
  2. Elektrostimulasi lantai perineum
  3. Biofeedback, yang membantu mereka memahami bagaimana mengendalikan kontraksi otot di lantai perineum

Mereka juga mengikuti serangkaian latihan individual. Setelah 12 minggu pengobatan, lebih dari 80 persen partisipan memperoleh kontrol atas refleks ejakulasi mereka. Mereka meningkatkan waktu antara penetrasi dan ejakulasi paling sedikit 60 detik.

Penyebab Ejakulasi Dini Pada Pria

Sejumlah faktor mungkin terlibat. Faktor psikologi Sebagian besar kasus ejakulasi dini  tidak terkait dengan penyakit dan bukan karena faktor psikologis, termasuk:

  1. Pengalaman seksual
  2. Masalah dengan citra tubuh
  3. Kebaruan sebuah hubungan
  4. Terlalu banyak atau terlalu banyak rangsangan
  5. Stres hubungan
  6. Kecemasan
  7. Perasaan bersalah atau tidak mampu
  8. Depresi
  9. Isu yang berkaitan dengan kontrol dan keintiman

Faktor psikologis umum ini bisa mempengaruhi pria yang sebelumnya pernah mengalami ejakulasi normal. Kasus-kasus ini sering disebut sekunder, atau diakuisisi, ejakulasi dini.

Pada beberapa besar kasus yang lebih jarang, bentuk yang lebih persisten ejakulasi dini pada pria atau seumur hidup-juga diyakini disebabkan oleh masalah psikologis. Kondisi tersebut seringkali dapat ditelusuri kembali ke trauma awal, seperti:

  1. Pengajaran dan asuhan seks yang ketat
  2. Pengalaman traumatis seks
  3. Mengondisikan, misalnya, saat remaja belajar ejakulasi dengan cepat agar tidak ditemukan masturbasi

Penyebab Medis Ejakulasi Dini Pada Pria

Lebih jarang lagi, mungkin ada penyebab biologis. Berikut ini adalah kemungkinan penyebab medis ejakulasi dini pada pria:

  1. Diabetes
  2. Multiple sclerosis
  3. Penyakit prostat
  4. Masalah tiroid
  5. Penggunaan narkoba terlarang
  6. Konsumsi alkohol berlebihan

Ejakulasi dini  bisa menjadi tanda bahwa kondisi yang mendasari membutuhkan pengobatan.

Gejala Ejakulasi Dini Pada Pria

Secara medis, bentuk ejakulasi dini PE yang lebih ketat, ejakulasi dini primer atau seumur hidup, didefinisikan oleh adanya tiga ciri berikut:

  1. Ejakulasi selalu, atau hampir selalu, terjadi sebelum penetrasi seksual telah tercapai, atau sekitar satu menit setelah penetrasi.
  2. Ada ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi setiap saat, atau hampir setiap saat, penetrasi terjadi.
  3. Konsekuensi pribadi negatif muncul, seperti kesusahan dan frustrasi, atau penghindaran keintiman seksual.

Gejala psikologis sekunder akibat kejadian ejakulasi fisik. Pria, pasangannya, atau keduanya mungkin akan mengalaminya. Sedangkan untuk mengetahui dari gejala sekunder meliputi:

  1. Menurunnya kepercayaan dalam hubungan
  2. Kesulitan interpersonal
  3. Tekanan mental
  4. Kecemasan
  5. Malu
  6. Depresi

Pria yang mengalami ejakulasi terlalu cepat dapat mengalami tekanan psikologis, namun hasil penelitian terhadap 152 pria dan pasangannya menunjukkan bahwa pasangan cenderung kurang khawatir dengan ejakulasi dini daripada pria yang memilikinya.

Diagnosa Ejakulasi Dini Pada Pria

Manual yang digunakan oleh psikiater dan psikolog untuk membuat diagnosis klinis (dikenal dengan DSM-V) mendefinisikan ejakulasi dini sebagai kelainan seksual hanya jika deskripsi berikut ini benar.

“Ejakulasi dengan rangsangan seksual minimal sebelum atau sesaat setelah penetrasi dan sebelum orang tersebut menginginkannya. Kondisi ini persisten atau sering terjadi dan menyebabkan tekanan yang signifikan.”
Namun.

Seorang dokter akan mengajukan pertanyaan tertentu yang dimaksudkan untuk membantu mereka menilai gejala, seperti berapa lama waktu sebelum ejakulasi terjadi. Ini dikenal sebagai latency. Pertanyaan bisa meliputi:

  1. Seberapa sering Anda mengalami ejakulasi dini?
  2. Sudah berapa lama Anda memiliki masalah ini?
  3. Apakah itu terjadi dalam setiap pertemuan seksual, atau hanya pada waktu-waktu tertentu?
  4. Berapa banyak stimulasi yang terjadi pada ejakulasi?
  5. Bagaimana ejakulasi dini  mempengaruhi aktivitas seksual Anda?
  6. Dapatkah Anda menunda ejakulasi Anda sampai setelah penetrasi?
  7. Apakah Anda atau pasangan merasa terganggu atau frustrasi?
  8. Bagaimana ejakulasi dini  mempengaruhi kualitas hidup Anda?

Hasil dari survei menunjukkan bahwa ejakulasi dini mempengaruhi antara 15 persen dan 30 persen pria. Namun, jauh lebih sedikit kasus diagnosa dan diagnosa medis.

Disparitas statistik ini sama sekali tidak mengurangi ketidaknyamanan yang dialami pria yang tidak memenuhi kriteria diagnosis yang ketat. Ejakulasi dini primer atau seumur hidup diperkirakan mempengaruhi sekitar 2 persen pria.